Upgrade Wordpress: Perbedaan antara revisi
(←Membuat halaman berisi '== Tutorial Update Manual WordPress di CyberPanel & Penanganan Error 503 == Tutorial ini disusun berdasarkan pengalaman nyata dalam melakukan pembaruan (update) manual sistem WordPress serta langkah-langkah ''troubleshooting'' ketika menghadapi kendala server di CyberPanel. === 1. Tahap Persiapan File (Local Computer) === Sebelum menyentuh server, kita harus menyiapkan paket WordPress yang bersih agar data situs tidak tertimpa. * '''Unduh WordPress:''' Ambil ve...') |
k (Melindungi "Upgrade Wordpress" ([Sunting=Hanya untuk pengurus] (selamanya) [Pindahkan=Hanya untuk pengurus] (selamanya))) |
Revisi terkini sejak 20 Februari 2026 04.45
Tutorial Update Manual WordPress di CyberPanel & Penanganan Error 503
Tutorial ini disusun berdasarkan pengalaman nyata dalam melakukan pembaruan (update) manual sistem WordPress serta langkah-langkah troubleshooting ketika menghadapi kendala server di CyberPanel.
1. Tahap Persiapan File (Local Computer)
Sebelum menyentuh server, kita harus menyiapkan paket WordPress yang bersih agar data situs tidak tertimpa.
- Unduh WordPress: Ambil versi terbaru di WordPress.org.
- Ekstrak & Modifikasi: Ekstrak file ZIP. Hapus folder Templat:Code dan file Templat:Code. Hal ini sangat krusial agar konfigurasi database dan konten gambar/plugin lama Anda tetap aman.
- Kompres Kembali: Kompres sisa file/folder tersebut menjadi file ZIP baru (misal: Templat:Code).
2. Proses Update di CyberPanel
- Akses File Manager: Login ke dashboard CyberPanel, masuk ke menu Websites > List Websites > File Manager.
- Hapus Folder Sistem Lama: Masuk ke folder Templat:Code, hapus folder Templat:Code dan Templat:Code.
- Catatan Penting: Jangan menghapus folder Templat:Code atau file Templat:Code karena di sanalah data situs Anda berada.
- Upload & Ekstrak: Upload file ZIP baru Anda, lalu gunakan fitur Extract di File Manager.
Jika setelah update situs tidak bisa diakses dan muncul pesan "Service Unavailable", lakukan langkah-langkah diagnosa berikut:
A. Isolasi Kendala Plugin dan Konfigurasi
- Nonaktifkan Plugin: Ganti nama folder Templat:Code menjadi Templat:Code di dalam direktori Templat:Code.
- Reset .htaccess: Ganti nama file Templat:Code menjadi Templat:Code. Server akan mencoba menggunakan konfigurasi standar.
B. Upgrade Lingkungan PHP
Pastikan versi PHP yang digunakan sesuai dengan kebutuhan WordPress terbaru. Pada dashboard CyberPanel, masuk ke bagian Manage Website dan ubah versi PHP ke PHP 8.2.
C. Aktivasi Mode Debug
Untuk mengetahui penyebab pasti error (seperti Fatal Error pada tema atau script), aktifkan log debug:
- Edit file Templat:Code.
- Cari baris:
define('WP_DEBUG', false); - Ubah menjadi:
define('WP_DEBUG', true);
D. Perbaikan Izin File (Fix Permissions)
CyberPanel menyediakan fitur otomatis untuk memastikan ownership file benar:
- Klik fitur Fix Permissions pada pojok kanan atas File Manager CyberPanel.
4. Penanganan Error "No Space Left on Device" (Errcode: 28)
Jika muncul error database terkait kapasitas, artinya penyimpanan server atau partisi sementara penuh.
- Bersihkan Sampah Sistem: Jalankan perintah berikut melalui SSH untuk mengosongkan folder temporer:
rm -rf /tmp/*
5. Finalisasi
Setelah situs kembali normal, pastikan untuk mengembalikan pengaturan keamanan:
- Ubah kembali
define('WP_DEBUG', true);menjadifalsedi file Templat:Code. - Aktifkan kembali plugin satu per satu untuk melihat apakah ada plugin spesifik yang menyebabkan bentrokan.