Install Email Server di Debian 12
Apa itu Email Server?
Bayangkan kantor pos. Kamu menulis surat, memasukkannya ke amplop, lalu menyerahkannya ke petugas pos. Petugas itulah yang bertugas mengantar surat ke alamat tujuan.
- Email Server = kantor pos digital yang bertugas mengirim dan menerima email.
- Surat = isi email (teks, lampiran file).
- Alamat email = alamat rumah penerima, contoh: [email protected].
- Mail Client = aplikasi yang dipakai untuk menulis dan membaca email (seperti kamu sebagai pengirim/penerima surat).
Dua Layanan Utama dalam Email Server
Untuk membuat email server yang lengkap, butuh 2 aplikasi yang bekerja berpasangan:
| Aplikasi | Tugas | Analogi | Port |
|---|---|---|---|
| Postfix | Mengirim email (SMTP) | Petugas pos yang mengantar surat | 25 |
| Dovecot | Menyimpan dan membaca email (IMAP/POP3) | Gudang penyimpanan surat | 143 / 110 |
- SMTP = protokol untuk mengirim email (dipakai Postfix).
- IMAP = protokol untuk membaca email dari server (dipakai Dovecot).
- POP3 = protokol lama untuk mengunduh email lalu menghapusnya dari server.
Pada praktik ini kita akan:
1. Install Postfix (mengirim email).
2. Install Dovecot (membaca email).
3. Buat user pemilik email.
4. Mengirim email antar user dalam satu server.
Praktik: Install Email Server di Debian 12
1. Persiapan
Pastikan server sudah dapat IP dan terhubung internet.
Cek IP:
#ip a (enter)
Cek internet:
#ping google.com (enter)
Update sistem:
#apt update (enter)
2. Install Postfix
#apt install -y postfix (enter)
Selama instalasi akan muncul jendela konfigurasi. Isi sebagai berikut:
Langkah 1 - Pilih konfigurasi: pilih Internet Site lalu tekan enter.
Langkah 2 - System mail name: ketik domain kamu, contoh smekta.sch.id lalu tekan enter.
Jika jendela tidak muncul atau terlewat, kita tetap bisa mengaturnya di bagian konfigurasi nanti.
Cek hasil instalasi:
#postconf mail_version (enter)
3. Konfigurasi Postfix
Buka file konfigurasi utama Postfix:
#nano /etc/postfix/main.cf (enter)
Pastikan beberapa baris berikut ada dan sesuai:
3.1 Nama Domain
Cari dan pastikan baris ini:
myhostname = smekta.sch.id
3.2 Terima Email untuk Domain Ini
Cari dan pastikan:
mydestination = $myhostname, smekta.sch.id, localhost.smekta.sch.id, localhost
3.3 Batas Ukuran Email
Tambahkan di bagian paling bawah file:
mailbox_size_limit = 0 message_size_limit = 10240000
Artinya: kapasitas email tidak dibatasi (0), dan ukuran satu email maksimal 10 MB.
Simpan: tekan ctrl+x, lalu y, lalu enter.
4. Restart dan Cek Postfix
#systemctl restart postfix (enter) #systemctl status postfix (enter)
Jika muncul tulisan active (running) artinya berhasil.
5. Install Dovecot
#apt install -y dovecot-imapd dovecot-pop3d (enter)
Cek hasil instalasi:
#dovecot --version (enter)
6. Konfigurasi Dovecot
6.1 Aktifkan Protokol IMAP
Buka file konfigurasi:
#nano /etc/dovecot/dovecot.conf (enter)
Cari baris:
protocols = imap pop3 lmtp submission
Jika diawali tanda pagar (#), hapus tanda pagarnya:
protocols = imap pop3 lmtp submission
Simpan dengan ctrl+x, lalu y, lalu enter.
6.2 Izinkan Login dengan Password Biasa
Buka file:
#nano /etc/dovecot/conf.d/10-auth.conf (enter)
Cari baris:
disable_plaintext_auth = yes
Ubah menjadi:
disable_plaintext_auth = no
Artinya: client boleh login menggunakan password biasa (untuk latihan di jaringan lokal).
Simpan dengan ctrl+x, lalu y, lalu enter.
6.3 Pastikan Mailbox di Folder User
Buka file:
#nano /etc/dovecot/conf.d/10-mail.conf (enter)
Cari baris:
mail_location = mbox:~/mail:INBOX=/var/mail/%u
Ubah menjadi (agar email disimpan di folder user, bukan di memori):
mail_location = maildir:~/Maildir
Simpan dengan ctrl+x, lalu y, lalu enter.
7. Restart dan Cek Dovecot
#systemctl restart dovecot (enter) #systemctl status dovecot (enter)
Jika muncul tulisan active (running) artinya berhasil.
8. Buat User Pemilik Email
Setiap user di Linux otomatis bisa punya alamat email, contoh: [email protected]
Buat user siswa1 (seperti materi Manajemen User):
#adduser siswa1 (enter)
Isi password 2 kali, lalu tekan enter untuk pertanyaan selanjutnya.
Buat user kedua untuk latihan kirim email:
#adduser siswa2 (enter)
9. Tes Kirim Email dari Terminal
Install aplikasi mail untuk tes:
#apt install -y mailutils (enter)
Kirim email dari siswa1 ke siswa2:
#echo "Halo siswa2, ini email pertama dari siswa1" | mail -s "Email Percobaan" [email protected] (enter)
Jika tidak ada error, email terkirim. Cek status antrean email:
#mailq (enter)
Jika antrean kosong, artinya email sudah berhasil dikirim.
10. Cek Email Masuk
Buka email sebagai siswa2 dengan login user dulu:
#su - siswa2 (enter)
Cek daftar email:
#mail (enter)
Akan muncul daftar email. Untuk membaca email, ketik nomornya lalu enter. Untuk keluar, ketik q.
Kembali ke root:
#exit (enter)
Kesimpulan
- Email server butuh Postfix (mengirim/SMTP) dan Dovecot (membaca/IMAP).
- Alamat email mengikuti pola: user@nama-domain.
- Konfigurasi Postfix ada di /etc/postfix/main.cf.
- Konfigurasi Dovecot ada di /etc/dovecot/ dan folder conf.d/.
- Email antar user dalam server yang sama bisa langsung dikirim tanpa internet.
Tugas Praktek Individu
Kerjakan di server Debian 12 masing-masing, lalu tulis laporan langkah beserta screenshotnya.
1. Install Postfix dan konfigurasi domain menjadi nama-kelas.sch.id (misal: tkj2.sch.id).
2. Ubah mydestination agar menerima email untuk domain tersebut.
3. Install Dovecot dan aktifkan protokol IMAP.
4. Buat 3 user: user1, user2, user3.
5. Kirim email dari user1 ke user2 dengan subjek "Tugas Email Server" dan isi berisi nama lengkap dan kelasmu.
6. Cek email yang masuk ke user2 menggunakan perintah mail.
7. Balas email dari user2 ke user1.
8. Catat hasil `mailq` dan `systemctl status postfix` (apakah running).
9. Tulis kesimpulan: apa perbedaan peran Postfix dan Dovecot?
Kumpulkan laporan sesuai format yang ditentukan guru.