Install File Server di Debian 12

Dari Dokumentasi Robie
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Apa itu File Server?

Bayangkan sebuah lemari arsip di ruang guru yang bisa dipakai semua orang. Semua guru boleh menyimpan dan mengambil dokumen dari lemari itu, asalkan punya kunci.

  • File Server = komputer yang menyediakan tempat penyimpanan file bersama yang bisa diakses banyak komputer lewat jaringan.
  • Share (Berbagi) = folder di server yang dibagikan agar bisa diakses komputer lain.
  • Samba = aplikasi di Linux yang membuat Linux bisa berbagi file dengan komputer Windows, seolah-olah Linux adalah komputer Windows.

Dengan Samba, siswa yang komputernya Windows bisa langsung membuka folder di server Linux dan bertukar file, sama seperti berbagi folder antar komputer Windows.

Kenapa memakai Samba?

  • Linux bisa berbagi file dengan Windows secara mudah.
  • Bisa mengatur siapa yang boleh membaca, menulis, atau hanya melihat.
  • Banyak dipakai di kantor, sekolah, dan warnet.
Nama Layanan Tugas Port
SMB Berbagi file dan printer 445
NetBIOS Menemukan komputer di jaringan 139 / 137

Praktik: Install File Server dengan Samba di Debian 12

1. Persiapan

Pastikan server sudah dapat IP dan terhubung internet.

Cek IP:

#ip a (enter)

Cek internet:

#ping google.com (enter)

Update sistem:

#apt update (enter)

2. Install Samba

#apt install -y samba (enter)

Cek hasil instalasi:

#samba --version (enter)

3. Backup File Konfigurasi

Buat salinan file konfigurasi dulu supaya aman:

#cp /etc/samba/smb.conf /etc/samba/smb.conf.bak (enter)

4. Konfigurasi Samba

Buka file konfigurasi:

#nano /etc/samba/smb.conf (enter)

4.1 Ubah Kelompok Kerja (Opsional)

Cari baris (biasanya di bagian **[global]**):

mind max protocol = SMB2

Jika tidak ada, abaikan. Biarkan pengaturan lain seperti semula.

4.2 Buat Folder Share Baru

Tambahkan blok berikut di bagian paling bawah file (letakkan setelah blok [printers] atau di akhir):

[file-bersama]
   path = /srv/file-bersama
   browseable = yes
   public = yes
   writable = yes
   create mask = 0664
   directory mask = 0775

Penjelasan tiap baris:

  • **[file-bersama]** = nama yang akan terlihat oleh komputer lain.
  • **path** = letak folder asli di server.
  • **browseable = yes** = folder terlihat saat dibuka lewat jaringan.
  • **public = yes** = boleh dilihat tanpa login.
  • **writable = yes** = boleh menulis/menambah file.
  • **create mask / directory mask** = izin file/folder yang baru dibuat.

Simpan dengan ctrl+x, lalu y, lalu enter.

5. Buat Folder di Server

Buat folder sesuai path yang kita atur:

#mkdir -p /srv/file-bersama (enter)

Atur izin agar semua user bisa membaca dan menulis:

#chmod 777 /srv/file-bersama (enter)

6. Buat User Samba

Samba punya username dan password sendiri (terpisah dari user Linux).

Buat user Linux dulu (misal: siswa1):

#adduser siswa1 (enter)

Isi password Linux 2 kali, lalu enter untuk sisanya.

Daftarkan user tersebut ke Samba:

#smbpasswd -a siswa1 (enter)

Akan diminta password (boleh sama atau berbeda dengan password Linux), isi 2 kali.

Aktifkan user Samba:

#smbpasswd -e siswa1 (enter)

7. Restart dan Cek Samba

#systemctl restart smbd (enter)
#systemctl status smbd (enter)

Jika muncul tulisan active (running) artinya berhasil.

8. Tes dari Terminal (di Server)

Cek bahwa share sudah terdaftar:

#smbclient -L localhost (enter)

Masukkan password siswa1. Akan muncul daftar share termasuk file-bersama.

9. Tes dari Windows

Buka Windows, lalu:

  1. Cara 1: Melalui Run

Tekan tombol Win + R, ketikkan:

\\192.168.20.8 (enter)   (ganti dengan IP server kamu)
  1. Cara 2: Melalui File Explorer

Ketikkan di kolom alamat:

\\192.168.20.8 (enter)

Kemudian: 1. Akan muncul folder file-bersama. 2. Klik folder tersebut, lalu login dengan username dan password Samba (yang dibuat di Langkah 6). 3. Jika berhasil, kamu bisa mengisi folder, menghapus, dan mengambil file.

10. Upload Test File

Untuk memastikan bisa menulis:

# Dari Windows: drag and drop sebuah file ke folder file-bersama.
# Di server, cek file tersebut muncul dengan cara:
  #ls -l /srv/file-bersama (enter)

Jika file muncul, artinya File Server sudah berfungsi.

Kesimpulan

  • File Server = tempat penyimpanan file bersama yang bisa diakses banyak komputer.
  • Samba = aplikasi yang membuat Linux berbagi file dengan Windows.
  • Konfigurasi ada di /etc/samba/smb.conf.
  • Folder share diatur lewat blok **[nama-share]** dengan path.
  • User Samba diatur terpisah dengan perintah smbpasswd.

Tugas Praktek Individu

Kerjakan di server Debian 12 masing-masing, lalu tulis laporan lengkap dengan screenshot.

1. Install Samba di Debian 12.

2. Buat folder /srv/file-bersama dan beri izin 777.

3. Buat share bernama **[file-bersama]** yang writable (boleh ditulis).

4. Buat 2 user Linux (user1 dan user2) lalu daftarkan keduanya ke Samba.

5. Dari Windows, buka \\IP-server dan pastikan folder file-bersama terlihat.

6. Upload 1 file dari Windows, lalu cek kemunculannya di server dengan ls -l.

7. Login sebagai user1 dan user2, pastikan keduanya bisa mengakses.

8. Ubah salah satu share menjadi public = no, amati apa yang terjadi saat diakses tanpa login.

9. Catat langkah-langkah di laporan dan jelaskan arti baris path, writable, dan create mask.

Kumpulkan laporan sesuai format yang ditentukan guru.